Showing posts with label Arti Kebahagiaan. Show all posts
Showing posts with label Arti Kebahagiaan. Show all posts

9 Jurus ampuh berhenti berpikir negatif

"9 jurus ampuh mengatasi pikiran negatif"
Untuk sebagian besar dari kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut.
Berpikiran negatif tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak berujung.
Jessica Padykula menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai berikut:

1. Hiduplah Pada Saat Ini

Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

2. Katakan hal positif pada diri sendiri

Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.

3. Percaya pada kekuatan pikiran positif

Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.

4. Jangan berdiam diri

Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.

5. Fokus pada hal-hal positif

Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti 'hari ini cerah' atau 'makan sore hari ini menakjubkan'. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.

6. Bergeraklah

Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.

7. Hadapi Rasa Takutmu

Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.

8. Coba hal-hal baru

Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran 'ya, tapi...'. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.

9. Ubah Cara Pandang

Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.

Salam
Selengkapnya … 9 Jurus ampuh berhenti berpikir negatif

Melihat Masalah dari sudut pandang yang berbeda

Memang untuk dapat berpikir secara positif memerlukan kesabaran dan komitmen yang cukup tinggi. Hal itu tidak terlepas dari begitu banyaknya orang-orang disekitar kita yang memiliki sikap negative terhadap segala sesuatu. Tentu saja ini akan menimbulkan pengaruh yang negative pula terhadap diri kita. So……bila anda sedang mengalami pikiran negative, cobalah untuk mengubahnya menjadi positif secepatnya. Saya yakin anda akan lebih kuat dan semangat dalam hidup ini.
Begitu pula bila anda sedang menghadapi masalah. Ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa menyelesaikan masalah dari sudut pandang yang berlawanan, jauh akan mempercepat selesainya suatu masalah. Jadi perlu juga anda coba..…untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang yang lain…siapa tahu hasilnya akan lebih baik.

Beberapa waktu yang lalu aku iseng-iseng mengunjungi blog nya andrie wongso. Dan kudapatkan artikel tentang perlunya mempertahankan sikap dan pola pikir positif setiap saat. Berikut adalah artikel tersebut semoga bermanfaat.


Sikap Dan Pola Pikir Yang Positif
Oleh : Rudy Lim

Seseorang akan dapat merubah dunia ini jika ia mampu mengubah dirinya sendiri. Untuk dapat menciptakan budaya yang sehat dan positif di dalam lingkungan sekitar kita, maka diri kita juga dituntut untuk bersikap lebih positif. Jadi setiap perubahan mestinya dimulai dari dalam diri kita sendiri, dan yang pertama kali harus diubah adalah pola berpikir kita. Sikap dan pola berpikir sangat erat kaitannya.

Dr. William James, Father of America psychology, mengatakan : "We can alter our lives by altering our altitudes – Manusia dapat mengubah kehidupannya dengan mengubah sikap dan cara berpikirnya." Orang yang terbiasa berpikir positif selalu menemukan solusi-solusi cerdas. Sebab pikiran yang positif dapat bekerja secara sederhana, mencari ide dan segala kemungkinan untuk berhasil.

Contohnya tentang sebuah kisah antara seorang ayah dan anak :
Suatu hari sang ayah sengaja membawa pekerjaan kantor ke rumah supaya semua tugas pekerjaan dapat segera dituntaskan. Tetapi sesampainya di rumah, anaknya merengek terus mengajaknya bermain. Sang ayah keberatan memenuhi permintaan anaknya, maka dicarilah akal supaya anaknya diam dan ia mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan pekaerjaannya.

Pada saat itu, ia melihat sebuah majalah yang memuat peta dunia. Muncullah ide untuk menggunting peta dunia tersebut menjadi beberapa bagian. Setelah itu, sang ayah memberikan potongan-potongan peta dunia itu kepada anaknya seraya berkata, “Nak, kalau kamu sudah selesai menyatukan potongan-potongan kertas ini, maka ayah akan menemanimu bermain.”

Sang ayah berpikir bahwa pekerjaan menyatukan potongan peta dunia itu akan sulit sekali dan memakan waktu sekurang-kurangnya 30 menit. Sehingga ia dapat leluasa menggunakan jeda waktu tersebut untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Tetapi tidak lama kemudian, sekitar 5 menit, sang anak sudah kembali kepada ayahnya sambil memberikan potongan-potongan peta dunia yang telah disatukan. Sang ayah tercengang, “Hah, mana mungkin anak sekecil ini sudah tahu dimana letak America, Afrika. Dan Eropa, Aneh sekali?” Karena potongan peta itu benar-benar terletak pas pada posisi yang seharusnya.

Maka dengan penuh keheranan sang ayah bertanya kepada anaknya : “Bagaimana kamu bisa melakukannya ?” Keheranan sang ayah terjawab, tatkala anak itu berkata, “Tidak sulit, Ayah, menggabungkan potongan-potongan kertas itu. Karena dibalik gambar peta itu ada gambar kepala manusia. Jadi saya benarkan saja kepala manusianya, maka benarlah gambar dunia ini.”

Anak kecil itu sanggup menyelesaikan soal yang sulit sebab ia berpikir secara sederhana saja. Tidak ada prasangka, keinginan untuk dipuji, kebencian dan pikiran negatif lain yang mempengaruhi anak tersebut. Ternyata begitu mudah menemukan solusi cerdas yang mempermudah kehidupan kita dengan berpikir positif. Jadi apa salahnya kita menerima setiap kenyataan apa adanya, dan memandang sisi positif untuk menemukan solusi cerdas berikutnya. Tanyakan pula, apa ruginya berpikir positif, dan apa untungnya selalu berpikir negatif?

Sama sekali tidak ada keuntungan bila kita hanya memikirkan sisi negatif dari setiap kenyataan yang harus kita terima. Yang ada hanyalah belenggu, yang menyebabkan kita tidak tenang bekerja dan menghambat kemajuan. Dengan berpikir positif maka kita akan menemukan banyak sekali jalan keluar. Sebaliknya, bila kita berpikir negatif maka kita akan selalu menemukan halangan. John Wooden, mantan pelatih basket UCLA, menegaskan, “Segalanya ternyata paling baik bagi orang-orang yang memetik manfaat dari bagaimana segalanya terjadi.” So Be Positive !

Semoga bermanfaat, dan Salam Hebat Luar Biasa !

Selengkapnya … Melihat Masalah dari sudut pandang yang berbeda

Apa yang membuat Orang Bahagia...?

Orang akan bahagia bila memahami apa penderitaan itu. Lho kok gitu..? Iyalah... coba anda lihat bila orang sedang menderita....pasti pada saat itu dia tidak sempat memikirkan kebahagiaan apa yang sedang ia alami. Yang dia pikirkan saat itu hanyalah penderitaannya...sedangkan kenikmatan hidupnya ia lupakan sama sekali.


untuk itulah bila anda sedang mengalami ktidakbahagiaan....cobalah untuk merenungi apa sih hikmah dibalik penderitaan ini. Setelah itu coba anda lihat kembali kedalam diri anda ...apakah masih ada kenikmatan-kenikmatan atau kebahagiaan...yang mungkin saja kecil menurut anda....Yang patut anda syukuri...???


Entah itu berupa hidup ini...jantung yang masih berdetak...nafas yang masih bisa menghirup dengan sempurna.....tubuh yang masih sehat dan tidak sakit-sakitan....keluarga yang masih utuh dan mungkin saja kesempatan yang masih diberikan oleh Tuhan untuk dapat memperbaiki kesalahan anda.


Dengan melihat hal-hal yang positif pada diri anda setiap saat...akan membuat hidup anda menjadi lebih bahagia. Karena dengan begitu ...anda akan selalu merasa bersyukur kepada Tuhan...apapun kondisi anda saat itu.
Selengkapnya … Apa yang membuat Orang Bahagia...?

Bagaimana Mempertahankan Sikap Positif dalam situasi apapun..?

Memang dalam segala hal....apabila kita bisa menyikapinya secara positif... akan mendatangkan manfaat yang lebih besar bila dibandingkan dengan sikap negatif. Bila anda sedang menghadapi suatu masalah ..entah itu ringan ataupun berat...ada baiknya anda bertanya dalam diri sendiri...apakah saya telah menyikapinya secara positif atau negatif..? Dengan begitu kita akan terhindar dari masalah yang lebih besar lagi akibat kesalahan dalam mengambil keputusan.
Dalam berpikir positif..kita akan berusaha memandang suatu masalah dari nilai positif yang bisa kita ambil dan..mencoba memberikan solusi yang lebih baik lagi. Dan bukan mencari kambing hitam. Mencari kambing hitam..hanyalah buah dari proses berpikir negatif yang cenderung memandang segala sesuatunya dari sisi negatif.

Masih ingatkan cerita tentang karyawan pabrik sepatu yang diminta survey. Begini ceritanya.

Ada dua orang karyawan sepatu yang ditugaskan pergi ke Afrika untuk melakukan riset pasar sepatu. Setelah riset selesai dilakukan, kedua karyawan tersebut kembali dengan membawa laporan yang bertolak belakang.

Karyawan yang satu bersikap pesimis untuk menjual sepatu di sana. Alasannya karena orang-orang Afrika tidak ada yang memakai sepatu. “Bagaimana mungkin mereka membeli sesuatu yang tidak pernah dipakainya,” kata karyawan itu.

Sebaliknya, karyawan yang satu lagi datang memberikan laporan bernada optimis. Kata si karyawan,”Di Afrika terbuka peluang emas untuk menjual sepatu. Sepatu bisa laku keras di sana karena belum ada saingan dan belum ada yang pakai sepatu.”

Kurang lebih memang selalu begitu cara orang dalam menyikapi suatu hal. Tidak sedikit yang biasanya pesimis, tapi ada juga yang selalu mengembangkan diri bersikap optimis dan terbuka.

Jadi dengan berpikir positif...kita akan lebih optimis dalam menghadapi tantangan kehidupan ini. Entah dalam hal bisnis, ataupun dalam hal lainnya.

So..selalu pertahankan sikap positif dalam kondisi apapun. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Selengkapnya … Bagaimana Mempertahankan Sikap Positif dalam situasi apapun..?

Harga kebahagiaan?

How much money the happiness is?
The price of happiness?
Beberapa waktu yang lalu di sebuah harian nasional diceritakan tentang tokoh milioner dunia, Roman abramovich. Siapa tak kenal Roman Abramovich? Dalam daftar orang terkaya dunia yang dirilis majalah bisnis Forbes Maret lalu, dia menempati urutan ke-15 dengan total kekayaan USD 20 miliar atau sekitar Rp 221 Triliun (dengan kurs USD 1=Rp 11.049). Nominal tersebut sudah dikurangi dengan kerugian yang diderita akibat krisi global dunia sejak oktober lalu.
Aku tidak tahu apakah Roman bahagia dengan hidupnya atau tidak? Kalau kita mungkin langsung mengatakan Roman pasti bahagia. Bagaimana tidak bahagia, dengan kekayaan yang luar biasa seperti itu dia bisa membeli apa saja di seluruh dunia. Pastilah dia bahagia.

Kita boleh saja mengatakan bahwa Roman bahagia. Tapi lihatlah komentar mantan istrinya Irina Malandina yang telah mendampinginya selama kurang lebih 16 tahun dan telah dikaruniai 5 anak itu. Apa yang dia katakan?

Wanita yang kini berusia 41 tahun tersebut menyatakan, selama mendampingi Abramovich, dirinya tidak sebahagia sebagaimana klaim media.”jika berpikiran bahwa kehidupan kami seperti dalam dongeng, anda salah besar,” tutur wanita yang menerima hampir 150 juta ponds atau sekitar Rp 2,6 Triliun dari perceraiannya dengan abramovich tsb.
“saya dan kelima anak saya hidup terisolasi dan merasa seperti tahanan karena disekeliling kami hanya ada bodyguard(pengawal). Anak-anak kami justru lebih akrab dengan bodyguard dari pada tetangga atau teman-teman mereka.” Imbuhnya.

Wah akau jadi berpikir sekarang, berapa sih harga kebahagiaan? Apa mungkin seorang dengan kekayaan ratusan triliun tidak bahagia. Bagaimana bisa terjadi?

Menurutku kebahagiaan bisa amat sangat mahal bila kita tidak tahu jalannya. Tapi juga sangat murah dan kelihatan sederhana saja. Pernahkah anda merasakan sesuatu hal yang hanya sederhana saja tapi mempunyai kebahagiaan yang luar biasa dalam hidup anda? Pernahkah anda merasakan ketika bermain dengan anak anda, ketika menggendongnya sewaktu anak anda menangis, atau ketika menyaksikan kedamaian yang luar biasa ketika melihat istri dan anak anda sedang tidur pulas ? apakah itu suatu kebahagiaan? Ya, itu kebahagiaan. Dan harganya pun tidak mahal. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang simple dan sederhana saja bukan?

Seorang petani yang sedang menunggui padi disawah dari gangguan burung-burung kemudian selepas siang dan perutnya terasa lapar, datanglah kiriman makanan dari istrinya. Lantas keduanya bersama-sama makan. Begitu nikmat dan bahagianya mereka. Apakah itu kebahagiaan?

Bahagialah sekarang dan saat ini juga. Apapun kondisi anda kalau anda mampu membuka hati dan pikiran anda untuk dapat merasakan kenikmatan-kenikmatan sederhana dalam hidup anda sehari-hari, pasti anda akan bahagia. Dan yakinlah bahwa kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan uang berapapun, tapi kebahagiaan bisa didapat dengan mensyukuri hal-hal sederhana yang kita alami sehari-hari walaupun hanya berupa satu senyuman kepada satu orang yang kita temui di jalan. Itulah kebahagiaan sejati.

Greetings I hope you remain happy always
Selengkapnya … Harga kebahagiaan?

Mengapa banyak orang tidak bahagia?

Why do so many people unhappy?
Apakah rahasia hidup yang bahagia itu?....... Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita,…. seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik?........ Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.”……!..... Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.

Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita….. adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya. Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.


Budha Gautama pernah mengatakan, ”Keinginan-keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan.” Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.


Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana. Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.


Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam.


Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan


Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain. Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!


Kunci kedua adalah bersyukur dan Ikhlas dalam berbuat


Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah dengan penuh keikhlasan. Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.


Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah dengan keikhlasan. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.


Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.


Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil


Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.


Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal kecil lah yang kita pusingkan dalam hidup sehari-hari.


Demikian tips hari ini semoga bermanfaat dan menambah kebahagiaan bagi kita semua.
Salam
Selengkapnya … Mengapa banyak orang tidak bahagia?

Negara Paling Bahagia di Dunia


Most Happy Countries in the World

Bhutan terletak di bawah pegunungan Himalaya, tanahnya tidak subur, pertambangannyapun
tidak kaya, pendapatan warganya tidak tinggi, tetapi toh termasuk
salah satu negara terbahagia di dunia. (PHOTOS.COM)
Bhutan terletak di bawah pegunungan Himalaya, tanahnya tidak subur, hasil tambangnya tidak banyak dan pendapatan warganya tidak tinggi, akan tetapi ia termasuk salah satu negara terbahagia di dunia.
Kerajaan Bhutan yang terletak di bawah pegunungan Himalaya antara Tiongkok dan India, pada 1865 menjadi protektorat Inggris dan 1949 dialihkan kepada India.
Nama negara Bhutan dalam bahasa lokal ialah: Druk Yul, yang bermakna Tanah Naga Guruh, lagu kebangsaannya ialah Drukyle (Kerajaan Naga Guruh). Arti Bhutan dalam bahasa Sansekerta ialah “Dataran tinggi di sebelah Tibet”, agama Budha aliran Tibet (Tantrayana) mempengaruhi kepercayaan dan gaya hidup rakyat setempat.


Dalam hal ini bisa dicermati dari bendera kebangsaan Bhutan, yakni bendera nasional Bhutan terbagi oleh garis diagonal yang membentuk 2 segitiga dengan warna kuning emas dan merah jeruk serta pada garis diagonalnya terdapat seekor naga terbang putih.

Bendera nasional Bhutan (WIKIPEDIA) dan Kupu-kupu Bhutan

Bendera nasional Bhutan (WIKIPEDIA) dan Kupu-kupu Bhutan

Warna kuning emas melambangkan kekuasaan raja; warna merah jeruk adalah warna jubah Lama (biksu) Tibet yang melambangkan kekuatan spiritual agama Budha; naga putih nan bersih melambangkan negara Bhutan ini, sedangkan mutiara putih digenggamannya melambangkan kewibawaan dan kesucian.

Selama ratusan tahun Bhutan tidak memiliki sistem sensus kependudukan yang lengkap, maka itu statistik kependudukan Bhutan tidak akurat, diperkirakan berpenduduk sekitar 700.000 hingga 1.500.000 orang; terutama didominasi suku Tibet dan suku Nepal.

Suku Tibet terutama menetap dan tersebar di bagian barat, kurang lebih 65% dari populasi keseluruhan. Suku Nepal tersebar di bagian selatan, sekitar 35%. Selain itu masih ada suku India.

Penghasilan Bhutan terutama berasal dari hasil pertanian. Dewasa ini, setiap warga Bhutan diperbolehkan mengajukan permohonan tanah pertanian di desa kepada pihak pemerintah. Mereka membajaknya dengan cara tradisional dan tidak menggunakan pupuk kimia. (De Youshan/The Epoch Times/whs

Bhutan adalah negara agama yang seluruh warganya beriman, ada sebanyak 75% warga menganut agama Budha Tantrayana aliran Tibet, sebanyak 25% menganut agama Hindu.

Pengalaman kebahagiaan Bhutan

Bhutan disebut sebagai “Shangrilla di kaki gunung Himalaya” yang 97% rakyatnya menganggap diri mereka sangat berbahagia.
Bukannya kebahagiaan yang berasal dari pemuasan nafsu dunia fana, melainkan berasal dari iman dan konsep tahu-cukup.
Orang Bhutan beranggapan kemiskinan yang sesungguhnya adalah apabila tak mampu beramal kepada orang lain, mereka sudah sangat puas asalkan memiliki sawah dan rumah.

Dikarenakan mereka adalah umat Budha, maka mereka tidak membunuh makhluk berjiwa, itulah sebabnya mereka mengimpor daging dari India. Namun demikian di atas meja makan jarang terlihat makanan jenis daging, melainkan makan sayur-sayuran atau produk dari susu sudah membuat mereka puas.
Pengalaman kebahagiaan Bhutan berasal dari Jigme Singye Wangchuck IV, sang mantan raja yang tidak mendahulukan perkembangan ekonomi melainkan mendirikan sebuah negara yang berbahagia sebagai amanah jabatannya, dengan kesetaraan, kepedulian dan konsep ekologi menyulap Bhutan menjadi negara besar dalam hal kebahagiaan.


Pada 2005, Bhutan menjadi fokus berbagai media besar seantero dunia, “Model Bhutan” ciptaannya, teori Gross National Happiness (GNH) yang ia usulkan memperoleh perhatian seksama masyarakat internasional dan menjadi tema pelajaran ilmu ekonomi yang digandrungi para pakar dan institut penelitian sebagian negara seperti AS, Jepang dan lain-lain. Konsep “baru” dalam pandangan negara maju pada abad-21 ini, di Bhutan diam-diam telah dijalankan selama hampir 30 tahun lamanya.

Yang disebut “Model Bhutan” ialah mementingkan perkembangan yang seimbang antara materi dan spiritual, perlindungan terhadap lingkungan hidup dan proteksi terhadap kebudayaan tradisional diletakkan di atas perkembangan ekonomi, standar untuk pengukuran perkembangan ialah Gross National Happiness (GNH).
Raja Wangchuk sangat memperhatikan pelestarian lingkungan hidup Bhutan, ia memberlakukan larangan merokok di seluruh negeri, melarang impor kantong plastik. Selain itu pemerintah menentukan, setiap orang setiap tahun minimal harus menanam 10 batang pohon.

Angka cakupan hutan belantara di Bhutan sebesar 72% berada pada urutan nomor 1 di Asia. Sebanyak 26% tanah di seluruah negeri dijadikan taman nasional.
Pada 2005 Bhutan memperoleh hadiah “Pengawal Bumi” dari Pelestarian Lingkungan Hidup PBB (United Nations Environment Programme, UNEP).
Demi melindungi lingkungan hidup dan kebudayaan mereka, Bhutan rela “mengurangi profit” dan mempunyai pertambangan tapi tidak dibuka.

Orang Bhutan beranggapan, “Kehidupan yang benar-benar bernilai, bukannya hidup di tempat dimana dapat menikmati materi tingkat tinggi, melainkan memiliki taraf spiritual dan kebudayaan yang kaya.”
Di sebelah selatan ibu kota yakni kota kabupaten Chukha terdapat sebuah saluran bawah tanah sedalam 100 meter yang menuju ke PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Bhutan.

Demi melindungi hutan dan kontur tanah, proyek yang semestinya bisa diselesaikan dalam tempo 4 tahun, mereka malah memilih waktu 12 tahun untuk menembus gunung sejauh puluhan kilometer. Air salju dari gunung yang tinggi dialirkan ke bawah tanah. Sedangkan pada dinding pembangkit listrik itu dipajang 12 lukisan raksasa tentang kisah sang Budha.

Oleh karena tidak menghendaki turis yang meluber dapat merusak tradisi kebudayaan dan ekologi, maka barang siapa yang memasuki Bhutan diharuskan membayar biaya visa sebesar US$ 200 (sekitar Rp 2 juta), membatasi dengan tarif tinggi agar Bhutan tak mengalami pencemaran yang berlebihan yang dibawa dari dunia luar.

Pada akhir 2004, pemerintah Bhutan mengumumkan perintah pelarangan merokok di seluruh negeri. Ini adalah pelarangan merokok total kali pertama di dunia, para warganya dilarang menghisap rokok di tempat umum maupun lokasi terbuka manapun.

Bhutan menerapkan aturan umum bahwasanya laki-perempuan harus mengenakan model busana nasional, kaum prianya berupa sepotong rok terusan yang setinggi lutut, disebut sebagai Gol, kaum perempuan dengan model 3 potong, panjangnya mencapai tungkai dan disebut Kira.
Selengkapnya … Negara Paling Bahagia di Dunia

Tersenyum akan membuat hidup kita lebih bahagia

Tahukah anda bahwa senyum itu bisa menghindarkan diri dari stress dan membuat semangat kerja akan meningkat. bahkan dalam agama disebutkan bahwa senyum itu ibadah. Betapa tidak, apa yang anda rasakan bila ada seseorang yang tersenyum kepada anda?.....pastilah mak nyess....rasanya. Apalagi kalau yang tersenyum itu seorang wanita yang cantik....pasti lebih degdegan lagi yah.
Sebuah perusahaan di Jepang memberikan latihan khusus untuk tersenyum setiap pagi.
Pelatihan senyum di jepang
Beranjak ke Jepang, dimana “Tersenyum di depan kamera” mempunyai arti yang baru.
Salah satu perusahaan kereta api Keihin Electric Railways mewajibkan para karyawannya untuk memeriksa senyumnya sebelum mulai bekerja, dengan menggunakan “grin-o-meter”, atau pengetes senyum, untuk memastikan apakah senyum mereka cukup baik untuk membuat pelanggan puas.

Sistim scan senyum ini mengukur senyum, dan memberikan petunjuk-petunjuk seperti “Senyum anda makin baik, sedikit lagi”, atau bahkan “Senyumlah seperti kalau anda gembira!” yang membuat staf benar-benar menjadi tersenyum.

[Asami Takahashi, Karyawan Stasiun]:
“Sistim Scan Senyum sangat berguna dalam berinteraksi dengan pelanggan sehari-hari, untuk membentuk senyuman yang alami.”

Keihin mengadaptasi teknologi dari Omron, yang membuat gerbang tiket kereta api.
[Sarah Hall, Perwakilan Omron]:

“Kami menggunakannya untuk diterapkan pada pelatihan staf Keihin, untuk memastikan bahwa mereka dapat merespon pelanggan dengan tepat, dan dengan gembira.”

Perangkat ini juga digunakan di 14 stasiun lainnya, rumah sakit, dan bahkan pangkalan truk, untuk mengukur jika operator cukup siaga untuk mengemudi. Sedangkan untuk 107 karyawan di Stasiun Shinagawa Keihin, bisnis memang terasa lebih menjanjikan dengan senyuman yang indah.
Selengkapnya … Tersenyum akan membuat hidup kita lebih bahagia

Dimana Anda Menanam Bibit Kebahagiaan?



Bibit "bahagia"

Setiap manusia selalu diberikan sebutir benih ” bahagia” sejak lahir oleh Tuhan. Namun dalam perjalanannya, banyak manusia yang salah menaruh bibit ” bahagia” tersebut. Bibit itu ditanam dalam kebencian dan keserakahan ....Bibit itu ditanam dalam ketamakan dan gelimang materi dan kekayaan. Akibatnya bibit itu perlahan-lahan rusak dan bahkan bisa sampai mati.....? Semoga anda tidak termasuk orang yang salah dalam menaruh bibit ”bahagia” .

Apa tanda-tanda nya bila anda menanam bibit kebahagiaan dengan benar ...?


Tanda-tandanya adalah sebesar apa kebahagiaan yang anda rasakan saat ini...? Bila anda merasakan kebahagiaan yang sangat dalam dan besar...maka anda berarti sudah menanamnya di tempat yang tepat. Namun bila anda kurang merasakan kebahagiaan itu...maka cobalah untuk merenung sejenak ... dan merenungi apa yang sebenarnya anda cari dalam hidup ini...?

Mungkin secara materi maupun jabatan...anda memperoleh banyak peningkatan. Uang anda terus bertambah dari hari ke hari. Karir dan jabatan anda selalu naik......namun apakah hal itu membuat kebahagiaan anda bertambah...? Kalau ia….maka bersyukurlah kepada Tuhan. Namur bila tidak……? Mari kita lanjutkan pembahasan ini.

Artikel ini aku tulis untuk menyadarkan kita semua akan tujuan hidup yang sebenarnya. Mencoba merenungi dan menghayati hidup…ada 3 hal pertanyaan besar yang bisa kita ambil untuk itu.

Pertanyaan pertama ádalah : “ dari mana anda berasal…?

Anda , saya, dan kita semua ini…..pada awalnya tidak ada. Jauh sebelum kita lahir …kita berada dimana……? Apakah anda masih ingat…? Cobalah anda pikirkan dan rasakan hal itu. Kita sebenarnya berasal dari tidak ada....kemudian diciptakan Tuhan menjadi ada...dan keberadaan kita yang sekarang ini pun...suatu saat akan menjadi ” tidak ada lagi”. So...what..?

Kalau nantinya kita sudah tidak ada...lantas apa yang akan membuat kita masih hidup di hati orang-orang sekitar ...ataupun masyarakat...? Pastilah kebaikan ataupun keburukan kita. Jadi mulai sekarang cobalah anda untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada lingkungan anda...orang-orang terdekat anda....atau bahkan keluarga terdekat anda. Arena hanya itu yang nanti kita tinggalkan...dan akan dikenang sepanjang masa.

Mari berbagi dengan sesama...saling membantu dengan mereka yang kurang mampu...sehingga hidup kita yang sementara ini menjadi lebih berarti. Kekayaan kita akan bermanfaat bagi orang lain..dan hidup kita betul-betul menjadi bermanfaat bagi alam ini. Hidup akan lebih bahagia dengan berbagi dengan sesama.

Pertanyaan kedua : ” Mau kemana hidup ini anda bawa...?”
Kemana tujuan hidup anda yang sebenarnya...? apa saja yang perlu anda perhatikan agar anda tidak salah tujuan dalam hidup ini...? Apapun jabatan dan kekayaan anda...menjadi tidak berarti jika anda tidak bisa menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. So....carilah hal-hal yang paling anda butuhkan dalam hidup ini yang membuat hidup anda bahagia bukan sekedar kenikmatan sesaat. Letakkanlah bibit kebahagiaan anda pada sesuatu yang jauh lebih besar ketimbang ”hanya” sebatas materi ataupun jabatan. Kalau anda meletakkan bibit kebahagiaan itu hanya sebatas materi dan kekayaan...maka anda hanya bersandar pada fatamorgana. Hidup anda akan susah ...dan sangat jauh dari inti kebahagiaan. Sadarlah...secepatnya....!!!

Pertanyaan ketiga: ” Mau kemana anda setelah hidup ini...?”
Apakah anda mengira hidup anda akan abadi..? atau seratus tahun lagi...? atau bahkan seribu tahun lagi...? Tidak kawan.... Hidup anda hanya sekilas saja. Orang jawa bilang ” Urip kuwi mung mampir ngombe”. Artinya hidup ini hanya sekedar numpang minum saja. Sebentar saja. Mungkin hidup anda 63 tahun sampai 80 tahun. Tapi pernahkah anda merasakan ..betapa waktu itu sangat cepat dan memakan semua kesempatan yang ada. Tiba-tiba saja anda sudah berumur 30 tahun..atau 45 tahun atau bahkan sudah 60 tahun lebih. Ya....hidup ini sangat cepat. Bahkan aku sendiri masih hafal betul apa saja yang terjadi di masa kanak-kanakku dulu. Apa-apa yang aku impikan sewaktu masih kecil. Setiap malam selalu berpikir...besok aku main apa ya...? Hari ini main layang-layang..besok main kejar-kejaran...besok lagi main kelereng dan seterusnya. Eeeh tiba-tiba sekarang aku sudah punya anak. Usia sudah menginjak 34 tahun.

Bahkan aku pernah ngobrol dengan Pak Haji tetangga sebelah....yang usianya hampir 60 tahun. Katanya ” wah waktu kok cepat sekali ya...perasaan saya masih ingat waktu muda pacaran dulu...eh sekarang sudah punya cucu....... ”
” wah ternyata pak haji dulu pacaran juga ya...ha..ha..ha” saya dan pak haji ketawa bareng.

Lantas dimana seharusnya anda tanam bibit ”bahagia”

Kalau anda menanm bibit kebahagiaan dalam pikiran positif, berbagi dan kesederhanaan dalam hidup...saya yakin bibit itu akan tumbuh semakin besar dan bahkan melampaui seluruh alam semesta ini. Anda akan menmukan kebahagiaan yang jauh lebih besar dari semua kenikmatan duniawi semata.....

Selamat menanm bibit kebahagiaan anda....semoga hidup anda berbahagia.

Renungan Mr Nothingness
Selengkapnya … Dimana Anda Menanam Bibit Kebahagiaan?

Kebahagiaan Tertinggi

Highest Happiness

Banyak orang yang mengira bahwa kebahagiaan tertinggi adalah tercapainya harta dan kedudukan...terpenuhinya segala hasrat duniawi ....dan juga pemenuhan terhadap kebutuhan materi....saja. Padahal tidak semua harta dan kedudukan itu membawa manfaat yang besar kepada dirinya.
Tak jarang orang yang tadinya tidak punya apa-apa namun selalu jujur dan berbuat baik...eh begitu menjadi orang kaya dan berkedudukan tinggi , tiba-tiba saja berubah menjadi sombong dan angkuh ......menghalalkan segala cara...untuk dapat mempertahankan kedudukannya. Al hasil di dalam hati nuraninya terdalam, orang tersebut menjadi menangis dan tanpa disadarinya ....dia jauh dari kebahagiaan.

Lantas apa hubungannya dengan kejujuran dan kebaikan...? Bukankah orang yang jujur dan selalu berbuat baik..."biasanya" akan selalu terpinggirkan dan terisolasi...atau bahkan secara materi tidak kelihatan kemajuannya.....?Sementara orang yang pintar nipu sana sini...menjilat sana menjilat sini.....yang penting bisa mengambil hati atasan....akan cepat naik karirnya...dan secara otomatis menambah pundi-pundi kekayaannya menjadi berlipat-lipat dari semula...?

Kalau begitu apa gunanya kejujuran dan kebaikan itu...?
Tadi malam aku melihat tayangan " Mario Teguh The golden way" di metro tv. Bahwa kebaikan itu sangat penting...namun harus disampaikan dengan santun. Kebaikan dan kesantunan harus bersama-sama. Kebaikan tanpa kesantunan...akan mengakibatkan orang akan membenci kebaikan...karena dianggap kebaikan itu perusak. Namun bila kebaikan atau kebenaran ini diampaikan dengan santun....pasti semua orang akan mengerti dan memahami.

Jadi selama kita memegang kebaikan dan kejujuran...serta menyampaikannya dengan santun pula...Insya Alloh akan menjadi tambahan kekayaan batin kita yang tiada ternilai harganya. Kekayaan batin ini luar biasa luas dan tingginya. Dia tidak bisa diukur dengan berapapun nilai materi yang ada di dunia ini. Kebahagiaannya menembus batas imaginasi kita. terbang tinggi msampai ke ujung cakrawala.

Apakah ada kebahagiaan yang seperti itu...?
Kebahagiaan tertinggi itu sebenarnya sangat nyata. Namun tertutup oleh pikiran yang terkekang oleh hasrat dan nafsu hewani manusia. Bila pikiran dalam kondisi tenang dan apa adanya.....maka kebahagiaan itu akan hadir. Begitu dia hadir...maka lenyaplah segala penderitaan batin yang ada. Anda akan menyatu dengan kehidupan ini....dan terus mengalami kebahagiaan dan kedamaian ......yang luar biasa.

Bagaimana cara menggapainya...?
Hanya satu kata untuk mendapatkannya...mulailah perjalanan ke dalam diri anda sendiri.
Selengkapnya … Kebahagiaan Tertinggi

Sabar dan Syukur : Senjata utama orang bahagia

Patience and Gratitude: The main weapon people happy

Dapat artikel menarik nih tentang keutamaan sabar dan syukur dalam mencapai hidup bahagia dunia dan akhirat. Ini merupakan ringkasan khotbah Jumat di Masjid Al Ashri Singaraja yang disampaikan Bapak Haji Hamdani SAG.
Ya memang semua orang mengetahui kedua hal tersebut...namun tidak semuanya bisa melaksanakannya. Hanya sekedar tahu secara teori tetapi prakteknya nol. Padahal hanya dengan praktek saja...kedua hal itu akan bermanfaat bagi hidup kita.
Orang yang beriman selalu diliputi kebahagiaan dalam hidupnya. Bila hidup anda tidak bahagia ...cobalah terapkan kedua hal diatas...yaitu sabar dan syukur.
Mengapa orang beriman selalu bahagia...?
Pertama bila mengalami musibah atau bencana.....Maka orang beriman akan bersikap sabar dan tawakal. Segalanya dikembalikan kepada Allah. Sambil berikhtiar untuk mengatasi cobaan dan hambatan tersebut. Menganggapnya sebagai ujian atau tantangan hidup yang harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Sehingga hidupnya menjadi berarti dan bermakna bagi sekitarnya. Dia pantang menyusahkan orang disekitarnya...malah sebaliknya dia akan memberikan pertolongan dan kemanfaatan untuk orang lain.

Yang kedua adalah Bila menerima kebaikan...orang beriman akan bersyukur kepada Allah atas karunia nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Segalanya berasal dari Allah dan wajib kita syukuri. Begitulah sikap orang beriman. Dia tidak sombong dan congkak ketika berhasil dan memperoeh kebaikan...sebaliknya dia juga tidak pernah berputus asa bila menederita musibah atau ujian.

Lantas mengapa kita sulit untuk bersyukur dan bersabar...?
Salah satu penyebabnya adalah hati kita yang tertutup oleh nafsu. Nafsu kita begitu dominan sehingga menghalangi pintu hikmah. Akibatnya hati menjadi beku dan keras. Sulit untuk menerima hidayah dari Allah. Padahal hidayah adalah pintu segala rahmat dan kebahagiaan sejati dari Allah.

Semoga kita terhindar dari hati yang keras dan beku. Jadikanlah hati kami bersih dan bening sehingga mudah menerima hidayah Mu... Ya Allah....dan menjadi orang yang sabar dan pandai bersyukur.... Amiien.
Selengkapnya … Sabar dan Syukur : Senjata utama orang bahagia

Rahasia Dibalik surat Ar Rahman

Kita sering mendengar bahwa beberapa surat di dalam Al Qur an memiliki khasiat dan kegunaan yang luar biasa bagi hidup manusia. Seperti surat Yasin, Surat Al waqi'ah, Surat Ar Rahman, dll. Masing-masing memiliki khasiat dan kegunaan yang berbeda-beda.

Kali ini aku ingin berbagi tentang khasiat surat Ar rahman. Sesuai namanya Ar Rahman ( Yang Maha Penyayang). Sekilas dari namanya mungkin kita membayangkan bahwa surat Ar Rahman bercerita tentang kemurahan dan sifat penyayang Tuhan.
Dalam membaca Al qur'an memang sebaiknya selalu diikuti dengan membaca artinya dan kemudian memahami maknanya.

Mengapa surat Ar Rahman sangat bagus bila dibaca setiap hari...?

Sebenarnya banyak hal yang diajarkan didalam surat Ar Rahman ini. Khususnya mengenai rasa syukur yang harus kita lakukan setiap saat. Bahkan di dalam surat Ar Rahman disebutkan sampai berkali-kali " Fa Bi ayyi Ala irobbikuma Tukadzdziban" yang artinya "nikmat Tuhan Yang manakah yang engkau dustakan".

Ini seolah-olah Tuhan begitu pemurah dan selalu mengingatkan kepada manusia untuk selalu bersyukur dan bersyukur. Tidak cukup hanya sekali...tetapi berkali-kali. Apakah Tuhan tidak Maha Pemurah..... Tuhan begitu sabar dan telaten kepada umatnya. Sampai berkali-kali mengingatkan ..untuk selalu bersyukur. Coba kalau kita...ada teman yang salah ...paling-paling kita hanya sekedar mengingatkan...1 kali atau 2 kali. Setelah itu ya sudah...terserah. Tetapi Tuhan Maha Pemurah kepada manusia. Dan tentu saja tidak setiap manusia yang bisa mengambil hikmah...hanya manusia yang terbuka hatinya saja ....yang dapat menangkap hidayah. So....bukalah hatimu....agar dapat hidayah.

Mengapa kita diminta bersyukur..?

Karena rasa syukur adalah pangkal segala kebahagiaan hidup. Orang yang mudah bersyukur kepada Tuhan....maka orang itu akan mudah memperoleh hidayah. Akibatnya hidupnya menjadi tenang dan tenteram. Kebahagiaan akan menyelimuti hidupnya. Hidup menjadi ringan dan tidak terlalu stress.

Jadi..bila anda ingin hidup bahagia ...maka rajin-rajinlah bersyukur kepada Tuhan....

Demikian sedikit gambaran tentang rahasia dibalik surat ar rahman.....yaitu rasa syukur.
Semoga bermanfaat.
Selengkapnya … Rahasia Dibalik surat Ar Rahman

Sabar itu harus dilatih


Sudah bukan Rahasia lagi bahwa...untuk menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat...seseorang harus mempunyai sikap sabar dan syukur daalam hidupnya. Memang kelihatannya mudah diucapkan tetapi amat sedikit yang melakukannya. Semoga saja kita mampu menjadi orang yang sabar dan syukur.
Kali ini aku ingin berbagi tentang bagaimana cara melatih kesabaran.
Sebenarnya ksabaran itu nggak datang dalam sekejab. Kesabaran haruslah dilatih setiap saat dan setiap waktu. Setelah mengalami berbagai proses latihan itulah...maka seseorang bisa dikatakan menjadi orang yang sabar atau tidak.

Kesabaran yang terjadi pada mulanya mungkin hanya bersifat sementara...yang sebentar saja menghilang. Namun karena proses latihan yang konsisten...akan membuat kesabaran itu menghisasi hidup kita. Dia sudah menjadi pakaian sehari-hari orang yang sabar. Dan tentu saja dengan bersikap sabar..hati akan menjadi mudah menerima hidayah dan kebenaran. Dengan begitu hidup menjadi mudah dan gampang untuk meraih sukses.

Mengapa kita peru sikap sabar agar bahagia...?

Salah satu kunci sukses adalah " mau menunda kesenangan jangka pendek untuk meraih kesenagan yang lebih besar di jangka panjang". Maksudnya apa...? Tidak lain adalah kita harus bersabar untuk menikmati kesenangan-kesenangan sesaat untuk mencapai kesenangan yang lebih besar dalam jangka panjang.

Ini adalah sebagian dari jiwa sabar ....karena tanpa kesabaran...mana mungkin kita mampu untuk menunda kesenangan jangka pendek kita.

Terus gimana cara melatih kesabaran...?

Salah satu caranya adalah dengan menahan amarah karena emosi. Kalau kita bisa menahan amarah...dan beersikap secara positif dalam menghadapi suatu masalah...pasti hasilnya akan lebih baik.

Bisa juga dengan melakukan puasa sunnat senin dan kamis. Dalam puasa banyak sekali hikmah kesabaran dan tawakkal yang akan kita rasakan. Hikmah itu sangat besar sehingga akan membuat hidup kita lebih tenang dan bahagia.

Konsisten dalam melakukan kebaikan juga bisa membuat kita lebih sabar. mengurangi rasa malas dalam melakukan kebaikan...seperti sholat, sedekah, dan lain-lain.....juga bisa membuat jiwa menjadi tenang dan tenteram.

Dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup...kita juga harus bersabar. Dan tentu saja juga harus berpikir positif..untuk terus melakukan yang terbaik dalam hidup ini.
Selengkapnya … Sabar itu harus dilatih